Nama              : Citra Dewi

NRP                : I34100045

Laskar            : 12

Saya lahir di Jakarta pada 1 Maret 1993, dan saya memiliki zodiak pisces.

“Pisces astrology sign people are very interested in art, whether they have the talent or they are just connoisseurs”

dan itu benar, saya benar-benar suka seni, dan menurut orang – orang dekat saya, saya memiliki bakat dalam beberapa bidang. Sejak kecil saya sudah belajar menari dan juga mengikuti lomba-lomba tari. Selain itu saya juga mengikuti les bermain alat musik, yaitu organ. Dan dari kecil pula saya hobi menggambar, dan semakin beranjak dewasa saya mulai membuat beberapa karya berupa lukisan.

Kakak dan beberapa teman saya mengatakan bahwa saya punya sense of art yang bagus. Dulu saya pernah ingin sekali memiliki dress dari batik, saya mencarinya ke beberapa pusat perbelanjaan dan ternyata tidak ada. Akhirnya saya mempunyai ide, yaitu dengan mengubah daster batik menjadi dress, yaitu dengan mengkombinasikan daster tersebut dengan beberapa aksesoris. Saat saya sudah mulai bosan dengan model itu, barulah dress batik itu booming di pasaran, dan menjadi model yang hits saat itu.

Menurut saya, kemampuan saya untuk bisa melihat yang akan menjadi ‘the it stuff’ di pasaran bisa dijadikan peluang saya untuk berbisnis. Memang saya mempunyai keinginan untuk membuka butik. Dengan sense of art tersebut  peluang untuk mendapatkan keuntungan berbisnis akan semakin besar, karena kita tahu apa yang akan menjadi barang-barang yang akan menjadi trend dan akan diminati oleh banyak orang.

Sudah beberapa kali kejadian, saya mendesain suatu barang, dan tidak lama kemudian barang yang saya desain tersebut menjadi trend di pasaran. Menurut saya sayang sekali jika kemampuan saya tidak dimanfaatkan secara maksimal.Saya sudah bercerita tentang hal ini kepada beberapa teman saya yang memiliki sense of art, dan mereka sangat antusias sekali dan terinspirasi juga untuk membuka usaha kerajinan. Saya punya teman, semenjak SMA dia sudah memiliki boutique online, saya dan dia sering bertukar pikiran untuk mencari apa desain selanjutnya yang akan diluncurkan. Dari situ saya sedikit belajar tentang bisnis dan mencari peluang.

Semoga dengan adanya MPKMB 47 ini bisa menambah pengalaman saya untuk terjun ke dunia bisnis, dan membekali saya tentang ilmu-ilmu wirausaha.

“do something with your heart, feel it with your deepest passion, explore your                  talent, and spreads it to inspire each others”

SPRIT OF INSPIRATION!!

Nama              : Citra Dewi

NRP                : I34100045

Laskar            : 12

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

(Arai – Edensor)

Siapa yang tak tahu tetralogi yang dapat mengubah pikiran orang tentang kekuatan bermimpi, Laskar Pelangi. Keempat bukunya adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Semua buku karangan Andrea Hirata ini,  sangat menginspirasi. Tapi dari keempat buku itu yang paling saya suka adalah Sang Pemimpi. Buku itu bercerita tentang masa-masa pencarian jati diri mereka, perjuangan mereka, mimpi-mimpi mereka.

Di buku tersebut, Arai menurut saya yang paling menginspirasi. Dia merupakan simpai keramat, yaitu penerus keluarga satu-satunya dalam kebudayaan Belitong. Dia pun hidup bersama Ikal, saudara sepupunya. Walaupun begitu, dia tidak pernah bersedih, selalu ceria, memiliki banyak ide, yang seharusnya Ikallah yang menghibur dia, tapi malah dia yang menghibur Ikal.

Mereka tinggal terpisah dengan orangtua Ikal waktu SMA, karena jarak rumah dan sekolah mereka sangat jauh. Mereka tinggal dengan menyewa kamar petak di dekat pelabuhan agar dekat dengan sekolah mereka. Karena berasal dari keluarga yang sangat pas-pasan, mereka bersekolah sambil bekerja, membagi waktu antara belajar dan bekerja.

Arai, seorang yatim piatu, yang harus menghidupi dirinya sendiri untuk kebutuhan sehari-hari dan bersekolah, tidak pernah putus asa. Dia memiliki mimpi-mimpi, bukan mimpi yang biasa, tapi menurut orang-orang disekitar dia menganggap dia gila karena mimpi itu. Mimpi itu nyaris mustahil untuk diwujudkan. Dia memiliki mimpi untuk keliling eropa dan menjelajah afrika, dan menjejakkan kaki di altar universitas hebat di Paris…Sorbonne.

Selepas lulus SMA, dia dan Ikal merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dan berharap mendapat kehidupan yang lebih layak. Tapi bukan Jakarta yang mereka datangi, mereka malah tersasar ke Bogor. Di sana mereka tinggal di dekat IPB, dan menjadi tukang fotokopi. Karena kecintaannya terhadap belajar dan demi mewujudkan mimpi-mimpinya, dia mengikuti tes SIPENMARU (sistem penerimaan mahasiswa baru) – sekarang SNMPTN. Tuhan mulai memberikan jalan untuk mewujudkan mimpinya, dia diterima di Universitas Indonesia jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ikal diterima di Fakultas Ekonomi.

Setelah lulus dari Universitas Indonesia, mereka kembali ke Bogor. Ikal menjadi tukang pos, dan Arai mengelana sendiri ke Kalimantan. Keadaan itu nyaris membuat Ikal putus asa, tapi tidak dengan Arai. Dia memberikan info tentang beasiswa S2 ke Paris. Saat tiba tes wawancara untuk menguji proposal tentang penelitian, Arai dan Ikal bertemu kembali. Tak lama setelah itu, mereka mendapat pengumuman bahwa mereka berhak untuk melanjutkan studi S2 mereka ke Sorbonne, Paris, Perancis…

Dari kisah tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin, asalkan kita mau berdoa, bersungguh-sungguh dalam berusaha, dan menjalankan sesuatu semaksimal mungkin.

Bermimpilah…gantungkan mimpi itu 5 cm di depan kita, biarkan kita terus terbayang akan mimpi itu, dengan itu, kita akan terus bisa melihat bagaimana Indahnya mimpi itu, sehingga kita akan terus berusaha untuk meraihnya.

Jangan biarkan kita hanya menjadi seonggok daging berjalan yang punya nama, tidak dapat melakukan apa-apa, pasif, dan terbuang di masyarakat. Biarkan kita bergerak dengan mimpi kita…tapi jangan jadikan mimpi itu sia-sia, ilusi semata. Biarkan semesta mendukungnya, diiringi dengan doa dan usaha yang tiada hentinya.

You are what you think…

If you have a dream, move your foot…

DREAMS. FAITH. FIGHT!!!